Gathering FORCOM VIII TMII 2017

Pengangkatan Pengurus Baru, Dengar Pendapat Bersama FORDEKAPMATSA

Breefing Terbuka FORCOM

Perumusan Program Kerja Pengurus Baru 2017 - 2019.

FORCOM Gathering Ragunan 2018

Pembentukan dan Sosialisasi Program Beasiswa Prestasi dan Santunan Dhuafa.

CSR - FORCOM Peduli Dhuafa 2018

Pemberian santunan kepada kaum dhuafa di Dusun Pejalaran Petarukan Pemalang.

MTF - Belajar Bersama FORCOM

Peningkatan SDM melalui Kelas Mentoring Digital Training Bersama Manajemen Training Fordekapmatsa.

Sunday, 18 August 2013

Kepanduan : Sifat-sifat Pandu, Janji Pandu, Uniform, Lencana Kepanduan

Boden Powell (BP) menulis cita-citanya dalam buku petunjuknya sedemikian sehingga dapat dipakai, bukan saja oleh bangsa Inggris, tetapi juga oleh bangsa Amerika, bangsa Asia, oleh tiap-tiap pemuda dari segala bangsa dengan tidak membeda-bedakan kulit, agama dan bahasa. Semua negara tidak dipaksakan untuk memakai petunjuk itu dalam kepanduannya.

Ia tidak memberikan suatu cara yang terikat oleh adat sesuatu tempat atau adat nasional, juga tidak ia membuat aturan hidup yang dikutip dari suatu agama tertentu ataupun peraturan yang bersangkutan dengan politik suatu partai. Ia hanya memberikan bentuk pada suatu permainan yang bersemangat, yang mengobarkan rasa romantik pada tiap pemuda. Ia memberi pekerjaan yang menarik hati dan yang memuaskan kesukaan tiap pemuda untuk melakukan sesuatu dan membuktikan hasilnya.

Sifat-sifat Pandu (Dasa Darma)

Hampir tiap pemuda akan tertarik hatinya oleh ceritera pahlawan-pahlawan zaman dahulu. Sifat-sifat Pandu itu didasarkan atas sifat-sifat pahlawan itu. yang sangat ajaib dalam sifat-sifat itu ialah bahwa tidak disebutkan : pandu itu HARUS melakukan begini atau pandu itu TIDAK BOLEH melakukan begitu, tetapi : pandu itu BEGITU ataupun pandu itu MELAKUKAN begitu.

Oleh karena itu maka Sifat-sifat Pandu berbunyi demikian :

1. Pandu itu dapat dipercaya
2. Pandu itu setia
3. Pandu itu wajib berjasa
4. Pandu itu teman semua manusia
5. Pandu itu ksatria
6. Pandu itu penyayang binatang
7. Pandu itu menurut perintah
8. Pandu itu tersenyum dan bersiul dalam segala kesulitan
9. Pandu itu hemat

Begitulah bunyinya Sifat-sifat pandu mula-mula dan sekarang pun masih demikian pula, kecuali sedikit tambahan pada pasal 3 dan 4 dan pasal ke 10 ditambahkan setahun kemudian.

10. Pandu itu suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
Sebagai sifat ke-11 yang tidak tertulis, BP menambahkan :

11. Pandu itu bukan orang gila (pandir). Dengan kalimat itu, BP menunjukkan kepada umum dari sudut mana sebetulnya sifat-sifat pandu itu harus dilihat.
Janji Pandu (Tri Satya)

Sepucuk surat dari seorang anak kecil yang diterima oleh BP berisi janji tidak akan minum minuman keras atau merokok dan ingin menjadi orang seberani BP, membangkitkan pikiran BP supaya pandu-pandupun mengatakan janji yang khidmat pada waktu mereka dilantik sebagai pandu.

Ingat, Janji, bukan sumpah.
Janji itu bunyinya begini :
Saya berjanji akan bersungguh-sungguh :

1. Menetapi kewajibanku terhadap TUHAN dan TANAH AIR
2. Menolong sesama hidup bila dapat
3. Menetapi Sifat-sifat Pandu.

..Uniform (seragam)..

Mula-mula BP pernah menulis bahwa uniform itu tidak begitu perlu, sebab yang perlu ialah JIWA dan BERBUAT.

Kemudian ia menulis, " Untuk seorang anak, uniform itu adalah suatu benda yang menarik perhatian dan bilamana pakaian itu pakaian seorang kelana hutan, maka segeralah pikirannya disesuaikan dengan jiwa seorang peneratas jalan: untuknya semua itu adalah pahlawan. Uniform itu menolong mempererat persaudaraan, sebab setelah diterima oleh semua Kepanduan sebagai uniform pandu, maka uniform itu menutupi tiap perbedaan tingkat dan bangsa."

Lencana (lambang) Kepanduan

BP pernah menerima sepucuk surat kawat. Di dalamnya disebut, bahwa lencana kepanduan itu adalah "mata tombak perlambang perang dan pertumpahan darah."

Kawat itu segera dibalas oleh BP. "Lencana Kepanduan itu adalah bunga bakung, perlambang PERDAMAIAN dan KESUCIAN."

Adapun pada zaman dulu, bunga itu dipakai perlambang kerajaan oleh raja Karel dari Napels. Seorang pelaut bernama Flavio Gioja telah memperbaiki teknik pedoman sehingga benda itu menjadi satu alat yang dapat dipakai di laut untuk kapal-kapal. untuk menghormat rajanya maka huruf T (Tramontana = utara) oleh gioja dipakai bersama-sama dengan leli perlambang rajanya itu. Sejak itulah, arah Utara dalam peta dan pedoman diberi tanda leli.

Yang menrik perhatian BP ialah bahwa mata pedoman itu selalu menunjuj lurus ke atas, tidak ke kiri dan tidak ke kanan. Ketiga mata leli itu mengingatkan janji pandu yang tiga pasal. Di bawah leli pandu terdapat semboyan Be Prepared (perhatikan huruf pertamanya.) Jika dilihat baik-baik maka di bawah bergantung seutas tali yang bersimpul, yang memperingatkan kepada setiap pandu untuk berjasa setiap hari.

Dikutip dengan disadur seperlunya dari "Riwayat BP" (1953) karangan Goemilar.

Saturday, 17 August 2013

ULANG TAHUN GERAKAN PRAMUKA


Jakarta – Para pengurus kwartir (andalan tingkat nasional, daerah, cabang dan ranting) bertekad terus mendarmabaktikan dirinya untuk kemajuan Gerakan Pramuka. Tekad itu diucapkan dalam acara Ulang Janji yang diadakan di jajaran kwartir daerah dan cabang di Tanah Air pada Selasa (13/08/2013) petang lalu. Acara sakral ini selalu dilakukan satu hari sebelum peringatan Hari

Ulang Tahun Gerakan Pramuka yang jatuh setiap 14 Agustus

“Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, menolong sesama hidup, dan ikut serta membangun masyarakat, serta menepati Dasadarma,” demikian Trisatya yang diucapkan para pembina, pelatih dan andalan di seluruh Indonesia saat Ulang Janji.

Satu pekan sebelumnya, ribuan pramuka penggalang, penegak dan pembina di daerah-daerah membantu petugas selama arus mudik Lebaran 2013. Mereka membantu warga lanjut usia dan anak-anak naik ke kereta api, bus dan kapal. Ada pula yang menjadi asisten tim kesehatan atau Dinas Perhubungan. Sementara itu, adik-adik Satuan Karya Pramuka Bhayangkara dan Wirakartika membantu polisi mengatur lalu lintas. Program Karya Bakti Lebaran ini sudah berlangsung sejak 15 tahun lalu.

Puncak peringatan HUT Gerakan Pramuka yang ke-52 kali ini berlangsung di lapangan Pusdiklatnas Cibubur, Jakarta Timur pada Rabu (14/08/2013) petang. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka menjadi Pembina Upacara. Peserta upacara adalah pramuka penggalang dan penegak utusan Kwartir Daerah Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

Termasuk di dalamnya 20 penggalang, Pasukan Pangeran Jayakarta, Kemayoran, Kwarcab Jakarta Pusat dan 20 penggalang Pasukan Prabu Siliwangi, Kwarcab Depok. Adik-adik usia 11-15 tahun itu adalah anak jalanan yang aktivitas sehari-harinya di Kemayoran dan Depok. Sejak empat tahun lalu, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mendampingi dua pasukan anak jalanan itu dalam program Ticket to Life (TTL). Program ini diinisiasi oleh Asia Pacific Region (APR) World Organization of the Scout Movement.

Latihan pramuka Pasukan Pangeran Jayakarta diadakan di SDN Kebon Kosong 10, Kemayoran, Jakarta Pusat setiap Ahad. Jumlah anggota saat ini ada 16 penggalang putera dan 16 penggalang puteri. Sementara latihan Pasukan Prabu Siliwangi diadakan di SMP Negeri 3 Terbuka, Kwartir Ranting Sukmajaya, Kota Depok dengan anggota berjumlah 35 penggalang.

Peserta upacara HUT Gerakan Pramuka ke-52 lainnya adalah utusan Satuan Karya (Saka) Bakti Husada, Wanabakti, Taruna Bumi, Bhayangkara, Dirgantara, Bahari, Kencana, dan Wirakartika. Selain itu juga 100 pramuka penggalang berkebutuhan khusus (tuna rungu) utusan Kwarda Jakarta. Mereka juga akan memperagakan tarian Nusantara bersama rekan-rekan lainnya.

Tema Hari Pramuka ke-52 kali ini adalah Wujudkan Bangsa yang Berkarakter dan Bermartabat Melalui Gerakan Pramuka. Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Azrul Azwar menjelaskan pendidikan kepramukaan sebagai salah satu pilar pendidikan kaum muda Indonesia dituntut untuk dapat lebih berkontribusi secara nyata dalam hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara. “Termasuk dalam menyelesaikan masalah kaum muda,” ujar Kak Azrul.

Menurutnya, ada tiga milestone keberhasilan Gerakan Pramuka dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir ini. Pertama, pencanangan Program Revitalisasi Pramuka oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2006. Implikasi dari hal itu adalah pembaharuan sistem pendidikan kepramukaan, kurikulum baru, sistem akreditasi Gudep, serta sertifikasi dan lisensi para Pembina.

Kedua, terbitnya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Aturan ini memperkuat legalitas Pramuka di Indonesia. Ketiga, masuknya pendidikan kepramukaan ke dalam Kurikulum 2013 sebagai ekstrakurikuler wajib. Khusus untuk milestone yang ketiga ini, Gerakan Pramuka dapat memahami sepenuhnya latar belakang rencana menjadikan pendidikan kepramukaan sebagai mata pelajaran ekstrakurikulur wajib.

Permasalahan yang dihadapi oleh kaum muda Indonesai pada saat ini memang telah sangat mengkhawatirkan. Hanya saja disesuaikan dengan kebiasaan yang berlaku secara internasional, kata Kak Azrul, Gerakan Pramuka lebih menekankan tidak pada ketetapan wajibnya saja, melainkan bagaimana secara bersungguh-sungguh menggalakkan pendidikan kepramukaan di sekolah. Untuk ini seyogiyanyalah yang diwajibkan bukan mengikuiti pendidikan kepramukaan disekolah, melainkan mendirikan Gugusdepan Gerakan Pramuka di setiap sekolah.

“Sedangkan kehendak untuk meningkatkan cakupan sehingga semua murid sekolah ikut dalam pendidikan kepramukaan, kiranya dapat dicapai melalui dua hal,” kata Kak Azrul. Pertama, mengupayakan pendidikan kepramukaan menarik bagi para siswa. Untuk ini pelbagai faktor penarik (pull factors) harus dapat dilakukan, antara lain menyediakan pembina yang andal, melengkapkan gugusdepan dengan pelbagai sarana dan prasarana pendidikan kepramukaan, serta menyediakan dana operasional gugusdepan.

Kedua, mengupayakan lingkungan sekolah mendorong perkembangan pendidikan kepramukaan. Untuk ini pelbagai faktor pendorong (push factors) harus dapat dilakukan, antrara lain memasukkan pelaksanaan pendidikan kepramukaan dalam akreditasi sekolah, memasukkan aktivitas guru pada penilaian kinerja tahunan, serta memperhitungkan keterlibatan murid dalam kegiatan kepramukaan pada waktu menetapkan siswa teladan.

Rangkaian HUT Gerakan Pramuka ke-52 akan diisi pula oleh acara Tabur Bunga di Tamam Makam Pahlawan Kalibata, makam Jenderal Soeharto dan Ibu Tien Soerharto, makam Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan di perairan Kepulauan Seribu. Selain itu pada 9-14 September akan diadakan Karang Pamitran Nasional yang diikuti 4.000 pembina pramuka utusan 400 kwartir cabang seluruh Indonesia.

Sementara itu pada 3-5 Desember 2013 akan diadakan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pertemuan lima tahun sekali ini akan menetapkan Anggaran Dasar/Rumah Tangga, menyusun Rencana Kerja 2013-2018 dan memilih Ketua Kwarnas periode 2013-2018. Selain itu akan dibahas terbentuknya dua Satuan Karya (Saka) baru, yakni Saka Kalpataru (kerja sama Kwarnas dengan Kementrian Lingkungan Hidup) dan Saka Pariwisata (Kwarnas dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif).

Kegiatan Pramuka

Kegiatan Pramuka atau dalam bahasa lainya kita sebut kepramukaan pada materi Pengertian Pramuka, Kepramukaan dan Gerakan Pramuka telah kita ulas secara umum di Materi Pramuka ini. Secara lebih jelasnya mengenai beberapa aktivitas kepramukaan tingkat siaga, penggalang, penegak dan pandega akan kita ulas secara terpisah di postingan kali ini, atau hadhara dapat menyebutnya dengan singkat Giat SGTD.

Materi Pramuka kali ini sangat sederhana sekali, karena sahabat-sahabat pramuka di seluruh Nusantara pasti secara umum telah mengetahuinya, sehingga postingan kali ini hanya berfungsi sebagai feedback (umpan balik) dari ilmu-ilmu pramuka yang telah diketahui, khusus para pembina mungkin saja dapat memberikan masukkan sebagai penambahan relevansi yang lebih baik.

Berikut Beberapa Kegiatan Pramuka yang ada berdasarkan golongan keanggotaan.
Kegiatan Pramuka Siaga
Perkemahan Sehari (Persari)
Kegiatan pramuka siaga ini mencakup kegiatan di luar lapangan (out door activity) yang lebih banyak bermain di alam bebas. Pada tahap ini, model perkemahanya hanyalah sehari saja, kalau saya menyebutnya dengan P4 (Pergi Pagi Pulang Petang) untuk mengajarkan kepada para siaga nilai kekompakan dan mini edukasi dari para pembina (yanda dan bunda).

Darmawisata
Para Pramuka Siaga pergi ketempat-tempat tertentu sebagai ajang rekreasi dan menambah pengalamanya, setelah itu menceritakan apa saja yang telah di dapat dari hasil perjalanan yang di lalui. hal ini untuk melatih nilai responsive dan kepedulian para anggota pramuka terhadap sesama dan lingkungan serta melatih daya ingat yang dimiliki.

Karnaval
Tidak berbeda dengan karnaval pada umumnya, para siaga melakukan pawai serta menampilkan hasil karya kreativitasnya

Kegiatan Lainya
Beberapa kegiatan Pramuka siaga yang lain misalnya permainan bersama, pameran siaga, pasar siaga, pentas seni budaya pramuka dan lain-lain.
Kegiatan Pramuka Penggalang
Jambore
Jambore merupakan pertemuan pramuka penggalang dalam bentuk perkemahan besarm atau sering disebut dengan pesta penggalang, Jambore diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka setempat. Misalnya Jambore Nasional di selenggarakan oleh Kwartir Nasional (se Indonesia) , Jambore Daerah di selenggarakan oleh Kwartir Daerah (Se provinsi), Jambore Cabang di selenggarakan oleh Kwartir Cabang (Kabupaten), dan Jambore Ranting di selenggarakan oleh Kawrtir Ranting (Kecamatan).

Lomba Tingkat
Lomta tingkat adalah pertemuan regu pengalang dalam bentuk lomba kegiatan kepramukaan (rally scout). Lomba tingakt di laksanakan mulai dari tingkat gugus depan (LT-I), Ranting (LT-II), Cabang (LT-III), Daerah (LT-IV) dan Nasional (LT-V). Setiap regu penggalang terbaik pada setiap lomba tingkat, berhak ikut serta ke tingkat tertinggi (LT-V).

Gladian Pimpinan Regu (Dianpinru)
Kegiatan ini diperuntukan untuk Pimpinan Regu dan Wakil Pimpinan Regu untuk dilatih keterampilanya dalam memimpin anggota pramuka penggalang yang lainya.

Kegiatan Lainya
Sama halnya seperti pramuka siaga, pramuka penggalang juga masih ikut serta dalam kegiatan karnaval, pentas seni budaya, darmawisata dan lain sebagainya serta ikut dalam aneka ajang perkemahan, wide games dan lain sebagainya.
Kegiatan Pramuka Penegak dan Kegiatan Pramuka Pandega
Pramuka Penegak dan Pandega sudah memiliki nilai karakteritik kesamaan kegaitan, meskipun pada beberapa kegiatan terdapat perbedaan, namun secara umum masih dapat dikatakan sama. Kegiatan kepramukaan untuk golongan Pramuka Penegak dan Pandega ini meliputi :

Raimuna
Raimuna, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh kwartir Gerakan Pramuka, seperti Raimuna Ranting, Raimuna Cabang, Raimuna Daerah, Raimuna Nasional.

Perkemahan Wirakarya (PW)
Perkemahan Wirakarya (PW) adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega berbentuk perkemahan besar, dalam rangka mengadakan integrasi dengan masyarakat dan ikut serta dalam kegiatan pembangunan masyarakat. PW diselenggarakan oleh semua jajaran kwartir secara reguler, khusus untuk PW Nas, diselenggarakan apabila dipandang perlu.

Gladian Pimpinan Satuan
Gladian Pimpinan Satuan, adalah kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega bagi Pemimpin Sangga Utama, Pemimpin Sangga, dan Wakil Pemimpin Sangga dan pengurus Dewan Ambalan / Racana, yang bertujuan memberikan pengetahuan di bidang manajerial dan kepemimpinan. Dianpinsat diselenggarakan oleh gugusdepan, kwartir ranting atau kwartir cabang. Kwartir daerah dan Kwartir Nasional dapat menyelenggarakan Dianpinsat bila dipandang perlu.

Perkemahan
Perkemahan, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang diselenggarakan secara reguler untuk mengevaluasi hasil latihan di gugusdepan dalam satu periode, seperti Perkemahan Saptu Minggu (Persami), Perkemahan Jum'at Saptu Minggu (Perjusami), perkemahan hari libur, dan sejenisnya.

Perkemahan Bakti
Perkemahan Bakti (Perti), adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega berbentuk perkemahan besar, dalam rangka mengaplikasikan pengetahuan dan pengalamannya selama mengadakan pembinaan, baik di gugusdepan maupun di Satuan karya Pramuka (Saka) dalam bentuk bakti kepada masyarakat.

Pengembaraan
Pengembaraan, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega berbentuk penjelajahan, dalam rangka mengaplikasikan pengetahuan tentang ilmu medan, peta, kompas dan survival.

Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK)
Latihan Pengembangan Kepemimpinan, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menanamkan dan mengembangkan jiwa kepemimpinan bagi generasi muda agar dapat ikut serta dalam mengelola kwartir dan diharapkan di kemudian hari mampu menduduki posisi pimpinan dalam Gerakan Pramuka.

Latihan Pengelola Dewan Kerja (LPDK)
Latihan Pengelola Dewan Kerja, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman mengenai manajemen Dewan Kerja, sehingga para anggota Dewan Kerja dapat mengelola dewan kerjanya secara efektif dan efisien.

Kurus Instruktur Muda
Kursus Instruktur Muda, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega pengembangan potensi Pramuka, baik sebagai Pribadi, kelompok maupun organisasi untuk mensukseskan pelaksanaan upaya Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pengentasan Kemiskinan dan Penanggulangan Bencana.

Penataran
Penataran, Seminar, dan Lokakarya, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk mengkaji suatu permasalahan dan merumuskan hasil kajian serta memecahkan masalah secara bersama, sebagai bahan masukan bagi perkembangan Gerakan Pramuka.

Sidang Paripurna (Sidpar)

Sidang Paripurna, adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyusun program kerja bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam satu tahun program, dan akan dijadikan bahan dalam Rapat Kerja Kwartir.

Musppnaitera
Musyawarah Pramuka Penegak dan Pandega Puteri dan Putera (Musppanitera), adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyusun perencanaan pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di wilayah kwartir dalam satu masa bakti kwartir/dewan kerja dan akan dijadikan bahan pada musyawarah kwartirnya.

Demikianla beberapa diantara kegiatan kepramukaan yang ada di Indonesia, semoga mudah di pahami dan sampai jumpa pada materi pramuka selanjutnya.

Wednesday, 14 August 2013

Upacara Pembukaan dan Penutupan Penggalang



ANGGOTA FORDEKAPMATSA LETTING V

DAFTAR ANGGOTA LETTING V

NO

NAMA
ALAMAT



1
ABY HURAIROH
KENDALREJO
2
BAHRUN MUSTAJIB
KENDALREJO
3
SYAIFUL MUJAB
KENDALREJO
4
SLAMET WIDODO
KENDALREJO
5
HARYANTO
KENDALDOYONG
6
FAHRUROZI
KENDALREJO
7
MUHWAN
PETARUKAN
8
M MIFTAHUDIN
KENDALREJO
9
RESTU SONHADI
KENDALREJO
10
SUKRON NASTAIN
KENDALREJO
11
KOMARUDIN
KENDALDOYONG
12
KUNAINI
KENDALDOYONG
13
MUTMAINAH
KENDALDOYONG
14
SITI HIKMAH MUNTHOHAYATI
KENDALDOYONG
15
SITI FARIDAH
KENDALDOYONG
16
SITI MUJAROH
KENDALDOYONG
17
TATI LESTARI
KENDALREJO
18
ENI MUSNAINI
KENDALREJO
19
USWATUN KHASANAH
KENDALREJO
20
SITI NUR HASANAH
KENDALREJO
21
SITI AISYAH
KENDALREJO
22
SUSYANTI
KENDALREJO
23






sumber : Data Base 2013